Click, to translate this blog!

Fellas, you're number

Tampilkan postingan dengan label gen16. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gen16. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 September 2014

Kangen Tingkat Mahabaratha Naik Kuda

Gue munafik kalo gue bilang gue ngga kangen sama kampretnya kalian bersebelas.

Gue munafik kalo gue bilang gue ngga kangen bulu tangannya di waxing secara biadab oleh kalian.

Gue munafik kalo gue bilang gue ngga kangen nyanyi bareng kalian.

Gue munafik kalo gue bilang gue ngga kangen ngedebat guru yang itu sama kalian.

Gue munafik kalo gue bilang gue ngga kangen sama persiapan KulturFest kita yang selalu jadi juara umum itu.

Gue munafik kalo gue bilang gue ngga kangen makan Indomie sebelum gue jersif hari Selasa dan Jumat. Makan Indomie itu semakin mendekatkan kita pada Tuhan.

Gue munafik kalo gue bilang gue ngga kangen tiduran di kelas karena kelasnya terlalu gede buat kita bersebelas.

Gue munafik kalo gue bilang gue ngga kangen sama kekonyolan tiga cowok dan tujuh cewek yang berisiknya minta ampun.

Dan gue munafik kalo gue bilang gue ngga nangis saat ini juga.

Engga deng gue ngga nangis. Gue lebay.

Gue munafik kalo gue bilang gue ngga kangen kentutin kalian.

Gue munafik kalo gue bilang gue ngga kangen makan lidi atau snack apapun di kelas.

Gue munafik kalo gue bilang gue ngga kangen sama atmosfer ketika berada di sekitar kalian.

Gue munafik kalo gue bilang gue ngga kangen sama kalian semua.


Vermisse dich sehr, Scheiße



Selasa, 24 Juni 2014

The End?

Well... hemm udah lama kayaknya gak ada yang bikin postingan di sini.
Gw sekarang bikin postingan ini dengan sedikit kecewa sebenernya.
kecewa dengan diri gw sendiri dan kecewa dengan sekolah.

Why?

Maaf sebelumnya, posting ini akan sedikit panjang

Beberapa hari lalu berita menyedihkan datang ke group line kelas. Beritanya adalah untuk tahun ajaran baru ini, kelas program bahasa ditiadakan. Karena cuma ada 1 orang yang mau masuk bahasa jadi program bahasa pun ditiadakan. Dengan begitu 3 orang yang sekarang di kelas 12 program bahasa pun menjadi generasi terakhir (?)
Sebenernya kasus program bahasa akan ditiadakan bukan berita baru. setiap tahun pasti ada. karena program bahasa selalu menjadi program yang paling tidak diminati dengan berbagai alasan. tapi jujur aja gw gak nyangka klo hal itu beneran terjadi.

Dengan berita ini di satu sisi gw kecewa sama diri gw sendiri karena gw kurang mempromosikan kelas bahasa. dengan berbagai alasan yang gw buat sendiri, gw pun tidak mempromosikan kelas bahasa. gw hanya mempercayakan pada mereka yang bergaul dengan ade ade kelas.
Tapi di sisi lain gw kecewa sama sekolah yang MENURUT gw gak memberi effort sedikit pun untuk mempromosikan program bahasa. gw tau sekolah gw emang pede banget untuk gak mempromosikan sekolahnya. tapi gak bisakah mereka memberikan sedikit effort untuk kelas bahasa?
udah kelas dipindah", digabung" seenaknya, tapi masih berharap kita loyal sama sekolah.
dan gw pun berpikir apa sekolah emang sengaja ngebiarin kelas bahasa kayak gitu biat ditutup? hemm...

Tapi apa sih sebenernya yang ngebuat mereka takut masuk program bahasa? Apa yang membuat program bahasa kurang diminati?
Kuliahnya gak bisa milih banyak jurusan?
Gak suka sastra?
Gak suka isi kelasnya dikit?
Apalagi?

Well, sebenernya itu hanyalah alasan yang menghambat kalian, adik adik kelasku. Sebenernya program IPA, IPS, maupun Bahasa memiliki peluang yang sama di dunia perkuliahan. Banyak kakak kakak kelas gw yang program bahasa yang masuk ke bidang yang sama seperti anak IPA maupun IPS. Jadi bahasa bukanlah suatu program yang akan menghambat kalian di dunia perkuliahan.
Terus apa dong yang ngebuat bahasa berebeda dari IPA sama IPS?
Hemm.... bahasa tentu berbeda. kalian akan belajar sastra, bahasa jerman, dan antropologi. tidak seperti yang kalian pikirkan. belajar sastra bukan berarti kita baca buku buku sastra yang tebal, tetapi kita belajar tentang puisi, unsur intrinsik, melalui karya sastra lama. Begitu pula bahasa Jerman dan Antropologi. Namanya memang terdengar mengerikan, tapi nyatanya justru menyenangkan. Kita belajar hal hal baru. Tidak seperti ipa yang mempelajari hal yang sama. Fisika lagi, biologi lagi, kimia lagi. Ataupun ips. sejarah lagi, kwn lagi, akun lagi, sosio lagi.

Kalau kalian bilang di kelas bahasa isinya terlalu sedikit dan tidak seru, justru kalian salah. Di dalam kelas yang kecil kalian justru akan belajar banyak hal dan seru. Jujur aja gw belajar banyak hal melalui kelas bahasa. dan gw mempunyai kenangan kenangan seru bersama kelas gw.

Huft. Mungkin untuk saat ini cuma itu yang bisa gw tulis. Gw gaktau apakah tahun depan program bahasa akan diadakan kembali atau tidak. tapi gw berharap kelas bahasa terakhir dapat mempertahankan kelas mereka dengan baik. dan tentu gw berharap kelas bahasa akan diadakan kembali. karena jika tidak tentu banyak hal yang akan terlewatkan. gw juga gaktau apakah blog ini akan ada penerusnya atau tidak.






thanks to you my friend, bhs16


Sabtu, 24 Mei 2014

rasanya gak pol klo gak ngepost

gw tadinya udah mau post kenangan" di kelas bahasa...
EEHH taunya udah ada ngepost --" wakakkaka gak jadi deh.


tp tetep gw akan ngepost.. rasanya gak pol klo gak ngepost

gw cuma mau bilang selamat karena kita akhirnya udah lulus bareng-bareng.
udah melalui semua pahit manis asem gurihnya di kelas bahasa.
biar bagaimanapun, gw harap kenangan kita tuh akan selalu ada di hati kalian masing-masing.
i already made one space on my heart special for abah <3
i will miss you guys.
masih banyak hal yang belom kita lakuin bareng-bareng. jadi kita emang ditakdiri belom boleh pisah~ kita masih harus nyelesaiin hal yang belom kita lakuin.





kangenin gw yaaaahh~~~~~ *tebar cinta*
jangan lupa kita harus reunian~~

Rabu, 21 Mei 2014

Sebuah Permulaan Yang Baik, Harus Diakhiri Dengan Manis

Ternyata cukup-lumayan lama juga dari terakhir kali gue tulis-menulis di blog ini, blog kelas-blog bersama ini. Selain gue sibuk mengurus dan lebih sering ngeluh tentang kehidupan pribadi gue di blog pribadi gue, gue punya banyak banget kesibukan ngga penting yang gue lakukan setiap harinya. 

Oke. Gue akui gue bukan orang yang hebat dalam tulis-menulis sesuatu yang mengharukan, menyentuh, dan membuat orang terhanyut dalam setiap tulisan gue. Gue bahkan buka Google dengan search kata kunci "kata mutiara untuk sebuah perpisahan" supaya di posting ini, gue minimal akan membuat kalian yang baca minimal matanya agak berkaca-kaca. Kalau gue berhasil, artinya gue keren. Dan gue akan ngerasa sangat bangga dengan hal bodoh itu.

Hasilnya nihil ngomong-ngomong. 

Hasil tulisan ini murni dari otak gue. Mungkin ngga akan membuat kalian menangis berguling-guling sambil teriak di atas Gunung Everest atau ngga akan membuat air mata kalian ikut membantu menenggelamkan separuh daratan di bumi ini. Minimal kalau kalian senyum-senyum sendiri melihat tulisan ini, gue akan sangat senang.

Ayo senyum dong. Gue maksa. Tapi jangan menangis. Menangis hanya akan memperberat perpisahan.

Oke. Dua tahun kita kayaknya udah selesai tepat di hari kelulusan kemarin. Mungkin bisa dibilang, atmosfer kebersamaan kita selama dua tahun itu di dalam sebuah kelas (yang selalu dipindah-pindah seenak jidatnya) sudah berakhir. Masa-masa berjuang, masa-masa menjadi dewasa, masa-masa indah di dalam kelas sudah berakhir. We've completed this level. Level up, teman-teman.

Hellos and Goodbyes are a never ending circle. Beberapa orang menyesali kata goodbye. Goodbye seharusnya menjadi Sadbye. There's no good in Goodbye. Not even a little. 

Gue hari ini bukan mau mengundang tangis, tapi kita mau flaschback. Coba inget pertama kali kita mengambil keputusan untuk akhirnya ambil jurusan Bahasa.

Penghujung kelas 1 SMA mungkin jadi momen bersejarah kita ketika kita yang mungkin masih sebagai anak ingusan labil memutuskan untuk mengambil jurusan Bahasa ini. Ada dari kita yang mungkin dari awal memang udah memutuskan ke-arah-mana-gue-nantinya. Ada juga dari kita yang mungkin memilih pilihan ini di detik-detik terakhir kita. Dan ada juga yang mungkin tidak memiliki kesempatan untuk memilih. 

Gimana perasaan kita? Senang karena akhirnya merasa berhasil memilih apa yang sudah dicita-citakan? Atau malah sedih karena menyesali tindakan di akhir? 

Gue pribadi termasuk golongan kedua. Dan bagi orang-orang yang sama kayak gue, berusaha untuk bangkit is the hardest part.

Tapi keadaan berubah ketika gue masuk di kelas ini. Di hari pertama itu, begitu gue tau jumlah temen sekelas gue berapa, nyali gue langsung ciut. Berbagai pikiran gue mulai masuk ke otak. Ini kelas mau jadi apa? 12 anak dari yang biasanya 30-40 anak tiba-tiba cuma jadi segini. Apalagi, nomor absen gue yang awalnya berangka 30-an sekarang jadi nomor 10. Hebat. 

Inget ngga kalian denah kita waktu itu? Karena kita tau bakalan 12 anak, akhirnya kita menuhin semua bangku sekolah yang di depan. Dan kita bahkan teriak dengan noraknya kalau ini lebih mirip kelas remedial. Sampai akhirnya kita dibebasin untuk menentukan denah tempat duduk sendiri, kita bahkan bikin undian untuk bangku duduknya.

Di hari pertama itu gue juga kaget. Gue tertegun. Gue makin mengenal orang-orang yang selama ini mungkin cuma gue lewatin gitu aja.

16 Agustus 2012, kita ngerencanain BBQ pertama kita di rumah yang paling deket sama sekolah. Waktu itu juga lapangan bulu tangkisnya juga kita pake buat main truth or dare. Kita ngundang temen-temen dari jurusan lain juga dan bahkan juga guru. Walaupun ngga lengkap, we are getting closer that day.

Atau kalau kalian inget gue pernah kena karma gara-gara ngelitikin anak kelas sampai jidat gue agak benjol. Baguslah kalau kalian lupa.

Dan inget ngga kalian waktu itu ada yang ikut Indonesia Mencari Bakat (bersama S*permie) dan kita semacam sedih gitu kalau misalnya dia harus dikarantina dan ngga akan ikut belajar di kelas kita lagi? That's the time when we're trying to support each other wholeheartedly.

Dan di sebuah lomba bahasa jerman di Universitas Indonesia yang kita membawa banyak banget piala dari bidang-bidang yang kita lombakan bareng kakak kelas kita. That's the time when we're really proud to ourselves as a Language Program student.

Atau ketika kita menghabiskan uang hasil lomba kita itu di sebuah restoran yang harganya cukup selangit yang akhirnya cuma kebagian minum satu gelas doang.

Dan inget juga ngga ketika kita ikut berbagai pelatihan dari sekolah. Kita juga bikin rencana-rencana unik yang kita bikin untuk kedepannya.

Inget ngga kita pernah curhat berjamaah sambil galau seharian di kelas? 

Inget juga kita ngerjain proyek seni rupa yang awalnya mau ditampilin ke anak-anak TK tapi sampai sekarang ngga jadi-jadi... Ketika kita persiapin panggungnya itu. Ketika gue menumpahkan tinta cina HAHA. Ketika tuan rumah cuma bisa geleng-geleng kepala aja ngeliatin kelakuan gue. That's the time when we show our flaws.

Inget juga kelas kita saking anak-anaknya yang agak sibuk juga kayak ikutan retret Kaderisasi, ikut UYC, dan ikut IMB.

Inget waktu salah satu anak kelas kita mau jadi ketua OSIS dan kita menggantungkan harapan kita ke dia. Minimal biar bisa bikin jurusan bahasa bisa 'terlihat'.

Dan inget juga kalian, berantem pertama kita. When we showed our flaws, beberapa orang pasti kaget, beberapa orang pasti kecewa, beberapa orang bingung. Semua bilang ngga nyangka. Semua orang nanya, ini orang yang selama ini gue kenal? 

But that's the time when we are growing. Kita diem-dieman, kita saling ngomongin satu sama lain, kita saling memandang sinis, kita bingung harus ngapain, kita sensitif, kita menyesali pilihan di awal kenapa kita masuk jurusan ini bersama-sama.

Dan itu adalah waktu dimana kita berubah menjadi pribadi yang dewasa. Orang yang lebih bertanggung jawab lagi dalam setiap tutur kata kita. Bertanggung jawab dengan semua perbuatan kita. 

Inget juga kalian acara berenang kita? Mungkin kalau waktu itu seseorang ngga 'berhalangan' dia bisa aja nyasar, ya kan? 

Atau semua ide iseng kita untuk ngerjain orang yang lagi ulang tahun. Ide iseng yang kadang-kadang unyu tapi nyebelin.

Dan juga bagaimana kita menyelesaikan masalah kita sebagai orang dewasa, bukan lagi anak kecil yang hanya memikirkan diri sendiri. 

Atau ketika kita pergi bersama-sama ke kota tua, ke mall, atau kemanapun walaupun ngga lengkap.

Kita yang mulai beranjak dewasa. Berusia 17 dan 18 tahun! Akhirnya legal untuk menonton film sensor. 

Atau ketika kita masak makanan enak dengan kemampuan memasak kita seadanya yang akhirnya kita nikmati bareng-bareng. Gue juga masak waktu itu dan gue tau kalian bilang masakan itu enak cuma buat bikin gue seneng. 

Soalnya sebenernya cookies gue yang itu sebenernya gosong. Pengakuan nista.

Dan kita kumpul-kumpul sama alumni Bahasa yang banyak! Yang udah pada sukses dan bikin semangat kita terpacu lagi. Atau betapa senengnya kita pas kenalan sama anak-anak bahasa dari Cor Jesu dan sekolah lain. That's the time when we feel that we are not alone.

Dan segala berantem-berantem kecil kita lainnya. 

Ketika kita akhirnya sampai di semester akhir kita. Ketika kita mulai memikirkan kemana kita setelah ini, mau jadi seperti apa 5 tahun kedepan, mau menjadi seseorang yang bagaimana.

Ketika kita menyemangati mimpi masing-masing dan mengucapkan selamat bagi yang berhasil.

That’s the time when I knew it’s all going to be end soon.      

Dan itulah beberapa kenangan yang bisa gue inget dengan ingatan jangka pendek gue ini. Mungkin masih banyak banget yang belum gue tulis. We maybe forget how exactly the moment happened, but we’ll never forget how we feel that day.


See you when I see you. Semoga kenangan kita tetap kekal di dalam blog ini. 

Sebuah permulaan yang baik, harus diakhiri dengan manis. Semoga yang manis itu bisa kalian temukan dari setiap kenangan yang ada selama dua tahun ini.

Terimakasih.


Bersamamu ku habiskan waktu
Senang bisa mengenal dirimu
Rasanya semua begitu sempurna
Sayang untuk mengakhirinya






Janganlah berganti.

Sabtu, 19 April 2014

UN DONE 

UJIAN NASIONAL..... DONE! ITS OVER!! ITS ALREADY END GUYS! YES!
BABAY LJK BABAY LJUN BABAY PENCILS BABAY ERASER BABAY MODDUUUUULLLL~~~~
http://animasibergerak.net/wp-content/uploads/2013/02/Good-Bye-lion.gif 
YES! Akhirnya setelah perjuangan selama berbulan-bulan modul dan bertahun tahun sekolah kita ujian nasional juga. tanda mengakhiri SMA dan pergi ke jenjang yang lebih tinggi.
Ujian nasional, jujur ajah pertamanya tuh deg-deg kan banget. Kita takut tentang semua hal teknis. Mulai dari soal gak jelas, robek kertas ljun, dll. Tapi setelah melewatinya, hal hal teknis yang kita takutkan tidak terjadi.
Yang terjadi justru, soal bahasa indonesia gak ada, dan kita harus nunggu satu jam. SATU JAM! bayangin gak sih harus duduk berapa lama. Pantat gw udah pegel-pegel pdhl baru hari pertama.
Lalu tak lama.... munculah berita ini


...
...
...

krik krik





Well, biarpun begitu intinya KITA SUDAH SUKSES MELEWATI UN tinggal menunggu hasilnya bulan depan :)
keep praying for the best guys <3

love you muach muach~!

Sabtu, 05 April 2014

Happy Birthday to Yooouu~~~

5th April 1996, a girl came to this world.
After 18 years, she has now grown into a tomboyish(?) woman with a sweet smile.

She has really sweet smile.
Ya walaupun dia cukup pendiam, tapi kalo udah senyum tuh.........
Dia ituh orangnya baik, terus sebenernya tuh lucuuu~~~
Dia ituh rambutnya gak pernah berubah, berubahnya cuma tambah panjang ajah tapi abis gituh dipotong lagi.. jadi cuma bolak balik ajah~
Dia ituh pinter sebenrnya, cuma kadang suka lupa sama tugas..

Dia ituh selalu ditunggu sama guru-guru..
Ditunggu senyuman nya~
Apalagi sama Bu Cicil, "Pagi Nia~ Senyum dong Nia~~"
Wkwkwkwk


HAPPY BIRTHDAY YULIANA TANIAAAAA WISH YOU ALL THE BEST!!!!
LOVE YOU SO MUUUUCCCCHH!!!!!


Keinginan kelas 12BHS tuh  bikin nia banyak ngomong, ngomong apa pun yg dia rasain, dan bikin nia selalu senyum :)







Happy birthday nia

Happy birthday nia
Happy birthday happy birthday 
HAPPY BIRTHDAY NIAAAAAA~~~~~~~~~~
 


Semoga di Taiwan, Nia bisa jadi orang yang diinginkan kls12BHS.. Jadi pas reunian kita bisa liat NIA YANG BARU DEEEHH~~ YUHUUU~~~



FROM : KELAS 12 BAHASA

Jumat, 04 April 2014

I'll See You Soon



In a bullet-proof vest
With the windows all closed
I'll be doing my best
I'll see you soon

We are closer to the edge now, guys. April has come and it's just D-10 to our last battle. Our three years in high school and two years in Bahasa will be determined with this UAN and stuffs. 

As we know, high school took a (little) part in our journey, our journey to reach our own destination. To bad, that part is going to be end now. 

Each of us met here, got to know each other better, and learn life lessons. Two years sometimes didn't seems enough, right? Well, everything will never be enough when it's closer to the end.

And it was a happy time to met you all in a part of my journey. It was my pleasure to learn from each of you. A thank-you letter won't be enough to express mine, btw. I am no good at words, remember?

See you soon. Farewell, dear brothers and sisters.

In a telescope lens
And when all you want is friends
I'll see you soon

(Coldplay - See You Soon)

Minggu, 30 Maret 2014

Akhirnya....~

Hellooo~~!!
Gak kerasa bulan depan kita udah UN.. berarti bentar lagi kita lulus dan pusah TTT
ya pisah..
karena itu, ada yearbook buat ngingetin kita pas SMA tuh kyk gimana..
tau kan klo kelas 12 bhs cuma ada 11 orang doang, dibagi jadi 3 kelompok buat foto yearbook.
kita udah seneng ada hoodie kelas, dan kita semangat banget nentuin tema dkk
.kita rencana awalnya abis foto yearbook, di kelas foto ber11..
apalagi kita belom ada foto ber11 pake hoodie dan foto sama walikelas.

TAPI EH TAPI
emang susah yah ngumpulin 11 orang doang
pas hari h ada yg gak masuk..
dia udah minta ijin, tapi dia gak bilang.. ya jujur ajah awalnya emng ngeselin, apalagi kita udah bawa bajunya.. klo dia blng dari awal kita jg gak bakal marah kok.. apalgi inih buat kepentingan dia nanti kan.. ya tapi mau gimana lagi, dia udah gak masuk dan gak mungkin dateng.. gw juga ga bisa marah" sama dia karena dia gak masuk buat keperluan kuliahnya.

YANG PENTING MAH FOTO~~ WAKAKKAKA
D-1
kita foto 2 grup.. menyisakan grup 3 untuk foto besoknya.. tapi tetep di kelas kita foto" tanpa henti dengan berbagai wajah (?) dan gaya.



D-2
AKHIRNYAAAA~~ AKHIRNYA kita ada foto ber11 pake hoodie... juga foto sama wlaikelas :"D betapa menyenangkannyaaaaa~~~ bagaimanapun mengumpulkan 11 orng susah payah seimbang lah dgn hasil foto yg abadi selamanya :"D love you guysss :* :* :*




Minggu, 09 Maret 2014

UAS2014

"Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan siswa-siwi jurusan Bahasa telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat IPB ke depan pintu gerbang kemerdekaan IPB, yang bahagia, menyenangkan, mengharukan, dan diisi dengan perpisahan."

Eits, bro, sis. Belum merdeka kita rupanya. Masih "pintu gerbang" nih. :p

Dan sesungguhnya pintu gerbang itu adalah yang akan kita hadapi esok hari, UAS a.k.a Ujian Akhir Sekolah. Tidaaaaaaak! Itu berarti penjajahan modul diatas psikis dan otak warga negara IPB masih berlanjut. Perjuangan masih berlangsung teman-teman! 

Jadi dari Senin sampai Sabtu depan, kita akan menghadapi yang namanya UAS atau Ujian Akhir Super kampret. Cukup senang.

Loh kok cukup senang? Ini UAS loh! UAS!

Jadi gini. Menurut beberapa curhatan temen gue yang-sekolahnya-ngga-masuk-alias-libur-di-hari-sabtu-ketika-kita-masuk-dan-belajar-bahkan-modul-di-hari-sabtu mengeluhkan tentang jadwal ujian dia. Jadi dia harus ujian dari hari senin ke senin lagi ketika kita anak Sanur cuma ujian sampai hari sabtu. HAHAHAHAHAHA HAHAHAH HAHAHAHAHHA SENANG SENANG SEKALI! 

Tapi tetep aja, apa yang menyenangkan dari sebuah ujian selain wajah stress dan kurang tidur dari teman-teman seperjuangan tercinta.............?

Nah, jadwalnya adalah:

Senin: BI dan Agama
Selasa: Inggris dan KWN
Rabu: Mat dan Sejarah
Kamis: Sastra dan OR
Jumat: Antro dan TIK
Sabtu: Jerman

Hari Selasa dan Rabu itu emang yang paling kampret. Yang bikin jadwal tidak berkeprisiswaan. Mohon doanya ya, dear silent readers! :)

HAH! DENGAN JADWAL SEPERTI ITU, JAM BERAPAKAH KITA AKAN TIDUR? :")

Mari kita perang puputan dengan bambu runcing dengan pensil 2B runcing kita teman-teman. Gerbang sudah terbuka, tinggal mengetahui bagaimana caranya untuk berjuang masuk ke dalam.

*tusuk-tusuk LJK pake pensing 2B*

Oiya, mohon doanya juga buat Rachel ya yang lagi masuk RS gara-gara sakit DBD. Kemaren pas beberapa dari kita jengukkin, badannya masih panas. Tapi begitu pacarnya dateng langsung jingkrak-jingkrak. Doain supaya dia cepet sembuh biar ngga ketinggalan banyak modul sama UAS ya! :)

Selamat belajar, teman-teman! Semangat dan Toi Toi Toi!

Peluk cium hangat dari Ine tersayang.

Jumat, 21 Februari 2014

Bersama LJK

Happy Saturday~!
Akhirnya hari ini gw nulis di blog kelas lagi
blog sendiri ajah ga keurus

Hemm... Mungkin untuk akhir-akhir ini dan beberapa bulan kedepan gw ga bakal berenti bilang cape, bosen, pengen tidur, mau muntah liat kertas ljk sama pensil 2b. Maklum ajah lagi masa-masa modul.. sebentar lagi kita lulus dan pergi dari sanurr~~~ yeaaayy~~! Well, i believe i will miss my friends at school.

Lanjut.
Biarpun modul terus dan nilai gw merah terus, daripada stress mending dibawa asik ajah. Susah sih, emang, tapi kenapa ga.
Ini cara gw biar ga cepet stress pas belajar :
1. Pulang sekolah istirahat dulu, tidur! biar malemnya bisa belajar.
2. Siapin makanan enak, sama minuman dingin sebelum mulai.
3. Kalo kalian suka dengerin lagu, siapin playlist dulu.
4. Pas mulai, tapi waktu udah malem tenang ajah... Masih ada waktu sampe pagi wkwkwk.
Begitulah awal mula gw kembali menjadi babi. :"

But, there's one more think that make me really excited even i'm tired of everything. Gw yakin pas baca ini beberapa orang tau yang gw maksud.
Jadi gini... Ceritanya gw sama yang lain bikin novel imajinasi (?) tentang cinta segitiga. Kadang kita bisa excited sendiri sampe tereak-tereak ga jelas. Karena ini rahasia jadi gw ga bisa cerita lebih.. sedih.. padahal gw pengen banget cerita ke kalian semua. :(

Because there is a friend who makes all be fun~
Ya, selama ada temen-temen (baca : BHS 16) gw ga bakal bosen. Bahkan gw bisa melupakan modul yang susah gitu ajah, ngapain bikin hidup susah karena stress mikirin modul. Mending ngobrol, seru-seruan, ketawa bareng temen-temen~ 


Kehidupan akhir SMA tuh harus dinikmati ~
Mau jomblo, lagi patah hati, lagi suka sama orang, ato yang udah punya pacar.
Mau sekolah dimana ajah yang penting nikmatin kehidupan akhir SMA~






PS : kehidupan bersama kertas ljk masih berlanjut

Rabu, 12 Februari 2014

Welcoming Modul

It's been a month  from our latest post! We are very sorry. Note that the admins, all the third graders, may be busy for the next three months. But don't worry! We'll make sure that we are going to keep updating this blog once a month. 

Untuk kedepannya, kami akan menulis tentang keadaan kelas Bahasa 16, keadaan kelas Bahasa 17, berita seputar sekolah, dan perkembangan berita dari isu yang selalu kita hadapi setiap tahun: adanya kelas Bahasa lanjutan atau tidak.

I hope you understand about this inconvenient condition (?). Happy reading, btw!

This, people, is our stories.



Modul. Iya. Masa-masa sulit terakhir dan terkampret sebelum akhirnya kita, angkatan 16, bakalan lulus. Dan ini adalah 2-3 bulan menjelang ujian akhir, bulan Februari. Dan kita lagi modul. Yey. Kopi. Mana kopi.

SEBENERNYA kita udah mulai modul persis di hari Senin pertama di bulan Februari. Bersamaan dengan modul, kita juga menghadapi yang namanya ujian praktek. Belum lagi ternyata ada tugas ba bi bu be bo yang menghantui kita. Dan untungnya tugas Kak Rani udah nggak diungkit-ungkit lagi.

Jadwal kita yang super padet kadang-kadang bikin kita nge down. Kita jadi susah makan, susah tidur, susah buang air besar dan kecil, jadi pacaran sama kopi, kita jadi keinget mantan lagi, terus yang lain-lain juga deh.

#np Mantan Terindah - mau yang bawain Kahitna kek, Raisa kek, yang penting lagunya sama aja.

Dari jadwal super padet dengan modul kampret dan ujian praktek laknat itu setiap hari ternyata bawa sebuah perubahan fisik yang keliatan jelas banget. Ini nggak bisa dibiarin.

Gue ulang biar makin dramatis: INI NGGAK BISA DIBIARIN!

Bayangin! Cilla matanya makin sipit! Christo rambutnya makin keriting! Erika rambutnya makin halus! Rachel kacamatanya berubah! Rambut Sheli makin memanjang! Pipinya Hanna makin membesar! Keke makin menggila! Kerutan di dahi (atau jidat) Andy makin berlapis-lapis kayak wafer T*ngo! Ine masih bernapas dengan lobang hidung sebelah kanan! Hidung Yudha makin menonjol keluar (baca: mancung, ini positif, kan?) DAN NIA MAKIN KEREN PAS DRAMA MONOLOG! UOOOOOH!

Ini nggak bisa dibiarin.

Balik ke topik awal, so far, modul yang udah kita lewatin ada banyak dan susah-susah juga ternyata. Kewarganegaraan udah. Antropologi udah dua kali. Sastra Indonesia juga udah. Inggris udah. Bahasa Indonesia juga udah.

Tapi dibalik semua kesibukan modul ini, kekompakan kita tetep terjaga kok. You don't need to worry dear kakak-kakak alumni :)

Terus ada beberapa cerita dibalik ujian praktek kita tahun ini:

Ujian praktek Bahasa Indonesia. Jadi ceritanya ada guru penguji yang namanya tidak mau disebutkan karena takut nama baiknya tercemar maka dari itu sebut saja GP1 tidak hadir disekolah  Karena GP1 tidak hadir disekolah, GP2, yang namanya juga tidak mau disebut, mengaku tidak bersedia untuk menguji kami bersebelas.

Jadi apa kesimpulan Silogisme ini, anak-anak? 

UJIAN PRAKTEK BAHASA INDONESIA KITA BATAL, QAQA.

:")

Gue pribadi sebenernya kesel banget pas ternyata dibatalin. Emang sih, gue akui gue belum siap buat maju dan perform di "panggung terakhir anak Bahasa", tapi bodohnya gue adalah gue mengorbankan modul KWN yang sama sekali bukunya nggak gue baca baik-baik itu demi nyiapin UP ini.

And, people, you all know what'll happen next.

Berikutnya yang paling membahagiakan gue pribadi adalah ketika UP Sastra Indonesia.

Kita diharuskan membawakan sebuah cerpen menjadi sebuah drama monolog berdurasi 7-10 menitan. Cerpen yang dipilih itu judulnya Wajah dari Agus Noor. Silahkan kalau yang penasaran sama ceritanya, bisa dicari di toko buku terdekat. ^^

Kita sendiri emang udah ngerencanain buat bawa handy cam supaya bisa dokumentasiin UP ini. Yudha yang bawa handy camnya dia. Ngomong-ngomong, Yudha bawa handy cam nya nggak pake surat alias ilegal. ILEGAL.

Dan dengan santainya dia nge charge handy camnya di stop kontak di sebelah meja guru (sambil ditutupin sapu sama kemoceng).

Gue sama Yudha ganti-gantian ngerekamin satu persatu anak kelas yang perform. We all did our best :) Dan tiba di nomor terakhir kita, yaitu Nia, yang ternyata ngebawa kejutan banget di perform drama monolognya itu! No words can't tell, lah!

The vid will be uploaded soon kapan-kapan. Wait for it ya!

Next!

Kabar dari IPB 17: kayaknya mereka makin lama makin kompak dan makin betah belajar di perpus. Ini pujian kok. Serius.

Kabarnya mereka juga diem-diem punya prestasi yang bisa dibanggain, loh! Stella sama Abel ikut lomba Bahasa Jepang di SMAN 2 Tangsel waktu itu. Walaupun belum menang, mereka pasti juga udah ngelakuin yang terbaik ^^

Yang satu lagi, Mary, lagi ikutan JKTMoveIn. Semacam acara musikal yang bakal ditampilin di Jakarta dan dia jadi panitianya! Panitianya itu juga dipilih dari anak muda Jakarta yang keren-keren loh :)

Next!

Terakhir, tentang kelanjutan IPB bawah. Gue sendiri udah nyari info sana-sini dan kita ketemu probs yang sama kayak tahun lalu: minimnya anak yang berminat masuk jurusan Bahasa.

Karena kesibukan awal tahun 2014, gue juga baru mikirin tentang hal ini.

Dan ternyata 'masalahnya' pun sama dengan tahun lalu.

Ayolah kalian yang kelas 10, masa depan kalian bukan di tangan teman, tapi di tangan kalian sendiri! Memangnya kalian kerbau yang hidungnya di tarik-tarik terus langsung ikut-ikutan? Kalian itu banteng! Kalian harus punya pendirian sendiri! 

kzl zbl.





Jadi itulah berita-berita dari kamianakbahasa. Tetap semangat ya yang diluar sana!




yang ini serius bukan sengaja bikin. tiba-tiba aja namanya sama jadi.... LOL











Rabu, 08 Januari 2014

Toi Toi Toi, Erika Wijaya!

Mau dibawa kemanaaaa, hidup kitaaaa?

Jika kuterus menunda-nundaaa
Dan tak pernah pikir ke depaaan
Mau dibawa kemanaaaaaaaa, hidup kitaaaaa?

Ku tak akan terus jalaniiii
Tanpa ada kejelasan pastiiiii~

Kira-kira kalau lirik lagunya diganti, itu bakal pas banget buat kita yang udah jadi kelas 12.

Udah semester akhir nih, semester 6! Dan cuma tinggal kurang dari empat bulan lagi di sekolah. Terus, abis dari sini kita mau kemana? Langsung kerja? Kerja apa dulu nih? Jualan bubur? Jualan siomay? Ikutan Indonesiang Odol terus jadi artis? Apa? Kuliah? Kuliah dimana? Jurusan apa? Ah emangnya yakin mau masuk Universitas J jurusan bla bla bla? Itukan susah masuknya. Saingannya banyak loh. Univ favorit jurusannya juga favorit. Oh? Mau nyerah? Jadi....mau langsung nikah aja?

Ngga sedikit dari kita, yang sebenernya masa depannya masih nge-blur. Kayak masa depan mereka itu masih jauh di depan sedangkan matanya minus atau mungkin sebenernya masa depan udah deket banget, cuma 5 cm di depan mata tapi matanya ternyata jadi juling dan ternyata dia rabun dekat. Ibaratnya kacamata yang kita pakai pas lagi minum minuman panas, jadinya burem. Ngga nyambung? Biarin. *ketawa setan*

Oh ya, ngomong-ngomong gue sendiri ngga mau banyak bacot ya tentang masa depan disini. Selain  karena gue bukan pakarnya, paragraf diatas sebenernya adalah curhatan terselubung gue. HAHAHAHAHA. HAHAHA. HAHA. hahaha. ha. haaaa..................

Berasa ngga sih kalian kalau sekarang udah di penghujung penyiksaan masa SMA kita? Masih inget banget ngga yang awalnya kita masih canggung dengan menggunakan putih dan abu-abu, masih jamannya nurut sama guru, terus masih berusaha nyesuain umur dengan kelakuan dan tiba-tiba TADAAA WE ARE A THIRD GRADERS NOW, WE ARE THE SENIORS AND WE CAN DO ALL THE THINGS WE WANT! 

Ngga. Sebagai third graders, kita sendiri punya tanggung jawab juga masing-masing. Mulai dari tanggung jawab individual (lulus UN dengan target nem setinggi langit, masuk Universitas J di jurusan ini, terus bla bla bla) sampai tanggung jawab lain-lain (naikkin akreditasi sekolah, bikin bangga orang tua dan lainnya.) 

Dengan kata lain, kayak kata-katanya oomnya Spiderman,

"With great power comes great responsibility"

Entah ini kenapa makin ngga nyambung ya. Ah sudahlah.

Balik ke urusan awal, anak-anak kelas gue sendiri, bahasa, lebih dari setengahnya udah dapet Universitas masing-masing yang mau dituju. Untung lah ternyata kita belum dapet undangan pernikahan dari salah satu dari kita ya. Setidaknya, kita sendiri sebenernya juga udah punya gambaran gimana masa depan kita nantinya akan tergambar di depan sana. 

Kira-kira 60% dari kita udah dapet universitas yang mau dituju, 10% udah dapet cadangan, 30% masih nunggu bukanya pendaftaran dan kepastian. Biasa. Takut di PHP in. Kan kasian. Ngga enak kan digantungin terus? Enakkan juga PHD.

Jadi yang udah dapet itu Cilla, Sheli sama Yudha bakalan lanjut ke STP Tr*s*kt* jurusan perhotelan dan pariwisata. Hanna juga mau lanjut ke U*H di jurusan arsitektur. 

Yang udah punya cadangan nih, ada Christo sama Andy. Seperti biasa, keduanya adalah pinang dibelah dua yang ngga bisa di pisahin. Mereka berdua sama-sama punya cadangan di U*N jurusan komunikasi sama manajemen. Universitas utama mereka itu sama-sama U*M juga loh! #salambromance

Sisanya, Keke, Rachel, Nia, Erika dan gue sendiri. Keke rencananya bakalan daftar di UK*W jurusan teologi. Bahkan katanya mimpinya ini sudah berbunga dari taman kanak-kanak *tebar-tebar melati*. Rachel juga bakal lanjut ke Jerman di jurusan musik. Tapi berarti dia harus nunggu setahun dulu di Indo! :p Nia mau lanjut jadi sastrawan cina di U*! Gue sendiri juga sebenernya mengincar jurusan komunikasi di U*. Jadi doain kita semua dapetin apa yang kita mau ya.

Berhubung post ini sama sekali ngga dibayar dan ngga berkaitan dengan promosi atau apapun, nama univnya semua gue sensor.

Oiya satu lagi! Erika.

Besok Erika ngga masuk dan dia juga akan melewatkan pp dari mami, tampil drama monolog dari mama, terus juga bersama segudang tugas dari guru-guru yang lain. 

Dan dia ngga masuk juga bukan tanpa sebab loh. Dia bakalan tes di salah satu univ terkenal di daerah Jogja dengan inisial U*M jurusan hukum.

Jadi, dengan post ini, gue, mewakili seluruh kerabat besar bahasa 16, mengucapkan,

MINAL AIDIN WAL FAIDZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BAT.........

GOOD LUCK, OUR FAMILY MEMBER, OUR MAKNAE, OUR CLASSMATES, OUR SOMETHING IMPORTANT PART LAH POKOKNYA!

DO YOUR BEST YA!

*lempar-lempar confetti*

:)


































ps: kalo udah baca ini, bilang amin dalam hati. jangan lupa belajar sama doa ya. good luck, er :)

Selasa, 19 November 2013

Hashtag: Militer Dan Penggendutan

Akhir-akhir ini banyak banget perubahan di sekolah. Salah satunya itu program "menggagahkan para lelaki lenje di Santa Ursula". Nah jadi karena suster ngeliat kalau cowok-cowok sanur itu katanya lenje semua jadi dia mau bikin supaya mereka jadi macho soalnya mereka kalah macho dari cewek-cewek. Suster akhirnya merencanakan buat bikin pelatihan semi-militer buat mereka.

Sekarang juga bayangin acara tv "Be A Man" tapi yang peranin itu cowok-cowok sanur........

Rangkaian pelatihan mereka akan diakhiri dengan acara naik gunung. NA IK GU NUNG. Iri maksimal.

Karena para cowok punya kegiatan itu, kita cewek-cewek bahasa juga nggak mau kalah. Kita jadi keranjingan yang namanya masak-memasak akhir-akhir ini. Mungkin ini bisa jadi salah satu jalan buat "menjadi wanita sejati" soalnya yang cowok-cowok pernah bilang kalau cewek-cewek bahasa itu nggak cuma muka tapi perilakunya juga macho. *tersindir*

Tapi ya bener juga sih...................

BTW BTW DUIT LOMBA JERMAN KITA UDAH TURUN! LUMAYAN BUAT NGELUNASIN DUIT KAS SAMA OSIS!

Kembali ke topik awal. Kita masak sebenernya terinspirasi dari (calon) anak-anak STPT (baca: Sheli Cilla Yudha) yang masak makanan dan dibagiin secara G R A T I S buat satu kelas. Dan makanan mereka juga enak-enak apalagi gratis.

Nah, selain itu Sheli juga sering dengan gratis ngasih kita lauk buat makan istirahat. Pernah kita disuruh bawa nasi putih doang ke sekolah terus dia bawa lauknya! :")

Semenjak saat itu, virus masak dari Sheli menyebar ke cewek-cewek bahasa. Karena itu juga, kita bikin hari khusus makanan atau food day ^^

Hah? Gimana-gimana?

Jadi, kita nentuin tema gitu. Contoh sabtu kemaren kita bikin Sushi-day! Jadi tiap dari kita bawa bekal isinya sushi yang dikreasiin masing-masing orang. Oiya btw sushi yang kemaren dibikin enak-enak loh! Ada yang niat bikin sushi pake beras merah campur beras putih, ada yang ampe bawa dua kotak, ada yang bawa isinya tuna, dan ada yang bawa sushi...............keasinan. Itu punya gue. Kalian pasti tau ini siapa. Pokoknya yang bawa sushi paling sedikit tapi makan punya yang lain paling banyak........

Emang bikin ginian bikin pinter masak? 

Eng..... secara langsung mungkin engga. Tapi bagi gue, gue jadi rajin megang kompor sama elus-elus kompor akhir-akhir ini. Nyokap gue pun awalnya bingung kenapa anaknya bisa rajin masak. Setelah gue jelasin, nyokap setuju banget ^^

Btw ini kenapa gue jadi nanya dan jawab sendiri...............

Intinya: akhir-akhir ini adalah hari-hari penggendutan. Terimakasih. Gue sukses naik 2 kilo. 

OIYA! Besok kita ada Indomie-day. Jadi bikin kreasi Indomie sekreatif-kreatifnya dan kemudian kita makan bareng lagi! #penggendutan

See you tomorrow!!

ps: BESOK ULANGAN ANTRO JUGA! JADI SEMANGAT!

Selasa, 29 Oktober 2013

Assignment(s)

Hey yeah!!!

Kayaknya udah lama ngga nulis disini. Lagipula, kangen juga nulis blog..... 

Kelas 12 ini, kita makin banyak tugas. Dari tugas presentasi (kampret), tugas bikin refleksi Live In waktu itu, sampe tugas creative writting.

Jujur, ngerjain novel 100 halaman itu susah susah ngga gampang. Asal mood nya kebangun sih lancar jaya. Kalau ngga gimana? Mati.......

Masalahnya adalah gue sendiri yang ngomong ini sering susah bangun mood nya juga gimana dong......

Oh ya btw, mulai besok kelas bahasa bakal sepi.....

Tanya dong kenapa. Please.

Mulai besok, semua kegiatan retret dimulai. Dari senin kemaren, kaderisasi kelas 11 yang berangkat dan besok kaderisasi kelas 12 yang berangkat. Dari kelas bahasa 17  sama 16, kita punya 4 anak kaderisasi yang otomatis, mereka bakal meninggalkan kelas super duper ultra mini itu.

Kayak tahun lalu, kelas gue bakal ditinggal 3 ekor orang anak. Masih mending sih di kelas masih sisa 8 anak. Gimana yang kelas 11? Yah bayangin si kelas bahasa 17. Mereka cuma bertiga dan satu orang dari mereka retret kaderisasi. Di kelas cuma ber 8 aja udah sepi, gimana cuma ber 2?!

Kemudian setelah mereka pulang retret, gantian anak di kelas satu per satu ikut retret dari sekolah.

Bisa kebayang kan gimana kelas dengan anak super mini itu akan menjadi bertambah mini lagi.....

Btw, waktu itu kita pernah bikin hoodie! Pamer dikit nih ceritanya, hoodie nya udah bisa dipake ^^ pokoknya memuaskan deh!! Beberapa guru juga ada yang mesen sama kita.

Ini desainnya:

keren kan? keren kan? ngiri dong please.


Regards, Ine

Kamis, 03 Oktober 2013

Taplak Meja Tetap Jaya

Halo semuanya!
Mungkin ini udah telat banget, tapi tetep gw akan ngepost tentang hal ini. Toh biar inget sama kenangin ini ^^
Berhubung baru ada waktu juga... lol

okeh mulai aja ya..
Tanggal 25 September yang lalu, XII IPB dan XI IPB pergi bersama Frau kami tercinta ke UI. Like last year, kita ke sana untuk lomba Kultur Fest
Tapi, taun ini cukup berbeda, karena kami hanya memiliki waktu bekerja tuh kurang lebih 10 hari :")
Why? Awalnya kata frau lombanya akan diadakan bulan Oktober, tau" September kawan kawan :' karena kepotong libur dan live in, kami ga bisa berbuat banyak.

Dalam waktu 10 hari, kami semua kerja nonstop pulang sekolah. Buat bikin properti drama, latihan drama, dll. Dan di hari terakhir kami berhasil menyelesaikan semua properti.
Untuk gw sendiri, gw ikut lomba mading, dan berasa bener-bener belom siap. Karena panitianya selalu ngubah peraturan, dan teks yang dibikin serasa belom maksimal. Apalagi di sini gw bukan orang yang jermannya jago ya :") Agak depresi sebenernya waktu itu hahaha.
Ada juga lomba poster, dan itu harus diupload. jadi anak" poster kerjaan bantuin yang drama~ maklum cuma sedikit.

Saat hari H. Yang drama panik takut belom hafal teks, yang daur ulang langsung pergi untuk mulai lomba, yang mading (ini perasaan gw sendiri) takut ga keburu waktunya.
Setelah acara pembukaan selesai, yang mading pergi ke tempat lomba. Sumpah, gw panik luar biasa, karena kami kekurangan gunting dan belom jadi apa". Kami hanya membuat sedikit di rumah, sedangkan kelompok lain sudah buat di rumah. jadi kami banyak ketinggalan. Dan ketika gw berdiri, gw ngeliat punya kelompok lain super bagus. And at that time i felt hopeless.
Selesai lomba, kami pergi ke tempat drama. Walaupun memang ada yang salah dan kurang banyak, tapi menurut gw mereka sukses dramanya ^^ keren~~
Drama selesai, mading selesai, dan pas lagi mau ke wc gw liat hasil recycle. Dan itu keren banget! Gw yakin banget mereka juara 1.







Pemenang lomba baru di umumin hari Jumat. DAN TEBAK APA~
Recycle : Juara 1
Mading : Juara 2
Drama : Juara 3
\^^/
Walopun ada lomba yang kami ga berhasil dapetin pialanya, tapi it's okay. masih ada hari lain buat menang~
Di sini, paling ga, kami masih bisa membuat taplak meja tetap jaya!
Buat gw sendiri, kemenangan itu bisa membayar kerja keras yang kami semua lakukan selama 10 hari.
Semoga bahasa di bawah IPB 16 dan 17 bisa lebih banyak peminatnya, dan bisa terus membuat taplak meja tetap jaya ^^


Selasa, 17 September 2013

Kenangan Manis - Nia XIIB/11

Detik terakhir aku menatap wajahnya, air mataku mengalir deras tanpa henti. Ia memelukku dengan erat, seperti memeluk anaknya sendiri, seperti sedang melepas kepergian anaknya. Teringat kembali dalam pikiranku, hari-hari sebelum kami berpisah. Hari-hari yang kami habiskan sebagai sebuah keluarga.
***
 “Ayo pulang! Sudah panas, nanti itu kulitnya hitam seperti bajumu itu!” teriak bapak. Padahal tempatku duduk sudah cukup teduh berkat susunan kayu dan daun yang dirakit oleh bapak untuk menghalangi panas matahari. Matahari juga belum panas betul, tapi bapak tetap bersikeras agar kami segera pulang. Kuturuti kata bapak. Kuletakkan pisauku, lalu aku bangkit berdiri dan membersihkan celanaku yang kotor akan tanah dan kulit singkong. Lalu kami berjalan pulang.
Jarak antara rumah dengan ladang sekitar tiga kilometer. Jarak itu kami tempuh dengan berjalan kaki, menyusuri jalanan yang hanya dua sisi saja yang mulus, yaitu dua sisi untuk tempat berjalannya roda mobil. Sisanya adalah bebatuan keras dan tajam, yang bahkan tak mampu ditahan oleh sandal jepitku. Ladang bapak letaknya di bagian bawah di sisi jalan, sehingga kami harus naik ke atas untuk mencapai jalan. Naik turun itu tidak mudah, karena batu pijakannya kecil dan agak tajam. Sepertinya bebatuan di sini tajam semua.
Di rumah mamak sedang memomong cucunya yang baru berusia beberapa bulan, sementara menantu perempuannya memasak untuk seluruh anggota keluarga. Dan ketika kami pulang masakannya sudah menunggu di atas meja. Ada ayam goreng, tempe bacem, sayur kangkung, tahu goreng, dan sambel ulek. Sambel itu sempat membuatku minum delapan gelas air, dan membuatku merasa agak sungkan dengan keluarga angkatku itu karena krisis air yang mereka hadapi. Kali ini aku bertekad tidak makan banyak sambel!
Selain ikut bapak ke ladang, kegiatanku yang lain di rumah biasanya tergantung dari apa yang sedang dikerjakan keluargaku. Pernah aku ikut membuat getuk bersama istri Pak Sumar, menantu perempuan bapak dan mamak. Aku pun mencoba memarut kelapa. “Hati-hati itu kalau kena tangan sakit, bisa berdarah,” kata ibu, istri pak Sumar. Belum ada lima menit setelah peringatan diberikan, aku sudah melukai tanganku lebih dari tiga kali. Tidak begitu sakit, tapi berdarah. “Mbak, itu tangannya berdarah tuh,” kata ibu dengan nada agak cemas. “Nggak apa-apa bu, nggak sakit kok,” jawabku berusaha membuat suasana kembali normal. “Ada yang punya obat ndak? Biar dikasih obat itu lukanya.” “Nggak usah bu,” aku mulai sungkan. Sampai akhirnya teman serumahku bilang dia punya plester, dan si ibu kembali tenang.
Suatu ketika aku dan teman serumahku disuguhi kacang dan singkong rebus, dan teh, minuman yang tidak pernah kusukai sepanjang hidupku. Tapi entah sudah berapa gelas teh yang kuhabiskan selama aku tinggal di desa ini. “Ini singkong ya bu?” tanya temanku. “Iya itu singkong rebus, dimakannya sama kacang.” “Hmm… Ini digoreng juga enak lho bu. Kalau di Jakarta biasanya saya goreng,” kata temanku lagi, ia hanya berniat untuk berbagi cerita. Tapi ternyata cerita itu sangat menginspirasi si ibu, sehingga keesokan harinya kami disugihi singkong goreng dan tak lupa dengan teh.
Hari Rabu merupakan kesempatan terakhirku ikut bapak ke ladang. Aku tidak lagi mengupas kulit singkong seperti biasanya, karena semua singkong sudah selesai dikupas kemarin. Jadi hari itu bapak memintaku untuk mengangkat karung berisi kulit singkong kering seberat lima kilogram dan dibawa ke rumah. Kulit singkong ini nanti akan jadi makanan sapi dan kambing. Tidak mudah untuk membawa karung itu, apa lagi ketika aku harus naik dari ladang ke jalan sambil membawa karung itu. Aku menyunggi karung itu dan membawanya berjalan sejauh tiga kilometer. Berat dan melelahkan. Beberapa kali aku menjatuhkan karung itu, dan bapak mengangkatnya kembali ke atas kepalaku. “Sini kalau gak kuat taruh di atas sini,” kata bapak sambil menunduk. Di atas kepala bapak sudah ada satu karung, dan ia menyuruhku menaruh karungku di atas karungnya. “Gak pak, saya masih kuat kok,” kataku mengangkat sendiri karungku ke atas kepala. Dua kilometer lagi, dan kali ini aku tidak menjatuhkan karungku.
***

Kuusap air mataku. Kugigit bibir bawahku, berusaha membendung air mata yang terus mengalir. Masih terasa di lidahku teh manis yang tadi pagi kuminum bersama seluruh anggota keluargaku, minuman kesukaanku sejak aku tinggal bersama mereka. Live in sebentar lagi selesai. Aku akan kembali ke BSD, kembali ke rutinitas awalku. Aku pergi meniggalkan keluarga angkatku. Dengan kenangan manis yang masih terbayang di kepalaku. Kenangan semanis teh.

Senin, 16 September 2013

Pakai hati. Teresia Hanna Sanjaya . XII.IPB. 6


Live in.

Sesuatu yang saya tunggu - tunggu.

Kenapa?

Karna saya tak bisa ikut live in di smp saya dahulu. Sewaktu teman - temank saya yang lain pergi live in, saya sedang duduk termenung di ruang operasi. Yahh, menyebalkan. Saya kehilangan satu pengalaman indah lagi.

Tapi beruntung, ketika saya masuk SMA Santa Ursula, saya mendapati kabar bahwa kelas 12, tiap tahunnya akan pergi live in. Dan disinilah saya sekarang, kelas 12 dan sudah selesai live in.

Menyenangkan? Sangat.

Mengharukan? Cukup.

Sesuai harapan? Tidak.

Banyak hal yang belum saya perbuat untuk keluarga saya disana dan saya sesali itu.

Hari pertama, kedua, ketiga, keempat, jujur, saya tidak mendapatkan sedikit manfaatpun dari live in ini bagi jiwaku, tak ada rasa haru ataupun tangis seperti yang terjadi kepada teman - teman saya. Saya sendiri tak begitu mengerti, tapi saya pun ingin merasakan apa yang mereka alami. Rasa sedih, menyesal, lalu ingin berubah.

Kehidupan itu keras. Itu sudah saya pelajari dari kehidupan orang tuaku, yang masing - masing memulai usaha dari 0 dan jatuh bangun. Jadi, di hari pertama, kedua, ketiga, keempat bersama "keluargaku" yang berada di desa Jati itu, saya tak mendapat banyak.

Banyak hal yang bisa saya pelajari, tapi tak ada yang bisa mengena hati.

Sehingga saya hanya bisa menjalaninya sebagai kewajiban.

Tapi setidaknya, saya mendapatkan banyak pengalaman menarik di live in tersebut. Hari pertama saat saya sampai di desa Jati, pembagian kelompok keluarga pun di lakukan di gereja, beruntungnya pasangan di dalam keluarga saya bukan hanya 1, seperti teman - teman yang lain, namun 3, yakni Jesslyn, Livia, dan Maria. Dan kami pun, mendapatkan keluarga Pak Darmo, yang terdiri dari Ia dan istrinya, Mbak Las, Mbak Tin, suaminya dan anaknya yakni Alifa.

Saya benar - benar tak mengenal Jesslyn, Livia ataupun Maria. Seperti apa sifat dan sikap mereka? Bagaimana kepribadiannya? Dan sebagainya. Sehingga, pendekatan pun harus dilakukan bukan hanya ke keluarga baru saya, namun juga kepada teman - teman saya dari Sanur.

Hari kedua, ketiga, keempat, saya bersama - sama dengan ketiga teman saya melakukan berbagai hal, seperti mengupas singkong, pergi ke pasar dengan truk di jam 3 pagi, memotong / membacok singkong dari akarnya, pergi ke ladang, membantu memasak, bermain dengan sapi dan memberi makan sapi.

Banyak hal yang baru saya alami dan pelajari di sana. Dan banyak pula hal - hal yang saya sudah pelajari di sekolah dan bisa saya lihat dalam keluarga Bapak, seperti asas kekeluargaan mereka yang begitu kuat dibuktikan dari cerita Ibu saya, bilamana salah seorang dari desa tersebut sakit, 1 desa akan berbondong - bondong datang ke rumah sakit, ada pula toleransi antar agama yang bisa dilihat dari Pak Darmo dan anaknya yang berbeda - beda agama tetapi tinggal dalam 1 atap, kerja sama, dsb.

Tapi, saya tak merasa tersentuh. Saya merasa hal itu hebat dan menakjubkan, tapi tak ada haru dalam hati.

Di hari terakhirlah, hari kelima, di saat perpisahanlah, saya baru teringat akan apa yang teman saya katakan, "rasain pakai hati, bukan pakai otak.."

"Ahh.. Rasanya saya sudah merasakan pakai hati.." Tapi saya salah. Terkadang suara hati itu bukan berarti suara yang berasal dari hati dan suara dalam pikiran bukan berarti suara dari logika saya. Akhirnya, saya mencoba memandang mereka lagi, keluarga baru saya, mereka yang begitu perhatian....

Saya memandang mereka, saya langsung sadar..

Selama ini mereka memberikan segala yang terbaik untuk kita, walaupun mereka tak punya banyak, tapi dengan tulus dengan segenap hati, mereka memberikan segala untuk kita.

Air mata saya ikut menetes ketika, bapak dari keluarga saya ikut menangis melihat kepergian kita.


Terlintas di pikiran saya,

"Apa yang telah saya perbuat untuk mereka?"



Sekarang semua hanya rindu, tak bisa melakukan banyak lagi, karna mereka berada benar - benar jauh.
Yang saya dan teman - teman saya tinggalkan hanyalah sebuah surat di balik bantal tanda terimakasih dan berbagai kenangan yang tak seberapa, seperti jepitan rambut, obat - obatan, gelang, kotak pensil. Kami hanya bisa mengerahkan sedikit karna tidak membawa apa - apa..


Semoga suatu saat kita bisa bertemu lagi, sehingga saya bisa membalas ketulusan mereka, dengan ketulusan saya juga.. Karna ketulusan mereka tak sebanding dengan apa yang saya beri dan kerjakan..




Suatu saat nanti, ketika bertemu dengan mereka, dalam diam saya akan membisikkan diri saya,
"pakai hati, han..."

Hingga semua yang saya perbuat akan benar - benar tulus dari lubuk hati saya yang paling dalam.

Karna sebuah ketulusan disertai cinta kasih, benar - benar tak ternilai harganya.